Kutukan Liga Champions Berlanjut

Kutukan Liga Champions Berlanjut – Kutukan menjadi juara Liga Champions selama 2 kali beruntun sepertinya memang kini masih menghinggapoo tim – tim eropa, dimana hal ini kembali terjadi di musim ini setelah Barcelona sebagai juara bertahan dipastikan tersingkir di babak perempat final pasca takluk dari Atletico Madrid. Seperti diketahui jika Barca baru saja disingkirkan Atletico Madrid di babak perempatfinal dengan skor agregat 2-3. Blaugrana gagal mempertahankan keunggulan mereka setelah menang 2-1 di leg pertama. Dan praktis dengan tersingkirnya Barca di perempatfinal membuat “kutukan” juara bertahan Liga Champions belum terpatahkan.

Meski mendominasi permainan, Barca kesulitan menciptakan peluang berbahaya. ESPNFC mencatat, dengan penguasaan bola yang mencapai 77 persen Barca cuma membuat sembilan percobaan yakni 4 on target sedangkan Atletico mampu membuat sembilan percobaan dengan 6 on target dengan menjadi 2 golĀ  termasuk tembakan satu percobaan yang membentur mistar gawang. Dan kegagalan ini memang seakan masih menjadi “kutukan” tersendiri di tim – tim eropa khusunya menjadi kampiun pasalnya memang belum pernah ada juara bertahan mampu mempertahankan gelar Liga Champions ini secara berturut – turut. Tim terakhir yang mampu memenangi kompetisi tertinggi antarklub Eropa dalam dua musim secara beruntun adalah AC Milan pada musim 1988/1989 dan 1989/1990. Namun, Rossoneri melakukannya di era Piala Champions. Sejak kompetisi berganti format menjadi Liga Champions pada 1992, juara tiap musim selalu berubah.

Untuk itu, bagi kebanyakan klub dan pemain profesional, tercatat di dalam buku sejarah Liga Champions Eropa adalah suatu hal yang luar biasa. Karena tidak semua klub ataupun individu bisa dengan mudah mencatatkan nama mereka di buku sejarah Liga Champions Eropa. Dan sejauh ini meski mampu juara memang usaha keras mematahkan kutukan memang menjadi trend tersendiri di kalangan klub papan atas eropa ini yang tercatat memang sudah 23 tahun belum bisa terpecahkan adanya.