Galatasaray Setahun Dilarang Berkompetisi di Eropa

Galatasaray Setahun Dilarang Berkompetisi di Eropa – Kabar buruk pastinya bagi tim asal Turki Galatasaray karena dalam satu tahun kedepan dipastikan memang klub ini akan diskors dari kompetisi Eropa selama setahun karena kegagalan klub itu untuk mematuhi peraturan-peraturan Financial Fair Play (FFP) yang dirancang untuk membatasi kerugian finansial. Hal ini dengan catatan jika mereka berhasil lolos ke babak Liga Champions musim depan, namun jika mereka tidak bisa lolos pada musim depan, maka hukuman tersebut akan berlaku ketika mereka berhasil lolos.

Sebelumnya memang Presiden klub Galatasaray pada bulan lalu mengatakan kepada Reuters bahwa juara Turki itu merugi sekitar 164 juta euro sepanjang tiga musim terakhir, melampaui batas yang telah diatur oleh Badan Sepak Bola Eropa, UEFA. Namun sempat dispekulasi Galatasaray awalnya diperkirakan akan dijatuhi hukuman dua tahun. Namun, UEFA mengatakan skors itu hanya akan diperpanjang setahun jika kerugian klub lebih besar dari 10 juta euro pada musim ini.

“Keputusan ini diambil setelah Galatasaray gagal memberi keterangan mengenai pemberesan perjanjian yang mereka lakukan,” ujar juru bicara UEFA

Usaha melepaskan diri dari cengkeraman kerugian ini sendiri memang sudah dilakukan dengan menjual beberapa pemain bintang mereka, seperti menjual striker andalan mereka Burak Yilmaz pada bulan lalu ke klub Beijing Guoan dengan harga delapan juta euro untuk membantu keuangan mereka. Namun pada kenyataannya memang ini sendiri tak banyak membantu dan dipastikan meski kedepan akan lolos ke pentas Eropa maka Galatsaray dipastikan tak akan bermain. Larangan berkompetisi di Eropa adalah hukuman terberat yang dijatuhkan. Sanksi lain yang bisa diterima klub adalah denda, penundaan pemberian hadiah uang, atau larangan transfer.

Financial Fair Play adalah aturan yang ditetapkan UEFA agar klub-klub tidak membelanjakan uang untuk membeli pemain melebihi jumlah pendapatan. Itu dilakukan supaya klub-klub tidak mengalami masalah keuangan yang pada akhirnya akan mengancam kelangsungan klub.