Dortmund Berjuang Pertahankan Mkhitaryan

Dortmund Berjuang Pertahankan Mkhitaryan  – Kabar terkait akan hengkangnya Henrikh Mkhitaryan dalam musim depan memang santer terdengar, bahkan beberapa tim dikabarkan memang menginginkan jasa pemain berkebangsaan Armenia ini seperti salah satunya adalah Juventus. Namun sepertinya kubu klub pemilik yakni Borussia Dortmund memang enggan salah satu pemain terbaiknya ini untuk keluar dari tim, bahkan baru – baru ini Die Borussen menegaskan jika akan melakukan segala cara untuk mempertahankan keberadaan pemain satu ini.

Tak bisa disanggah memang keberadaan Mkhitaryan menjadi salah satu elemen vital di tim Dortmund baik saat dilatih oleh Jurgen Klopp maupun sekarang bersama Thomas Tuchel, pasalnya memasuki musim ketiganya berseragam Dortmund. Dan penampilan apik juga berhasil ditunjukkan musim ini dengan sumbangan 20 gol dan 24 assist dari 43 penampilannya di seluruh kompetisi. Penampilan impresif pemain inilah yang memang menjadikan tim Die Borussien ini memang terus berada di posisi 2 menempel perburuan gelar dengan Munchen. Dan atas modal ini pula banyak klub Eropa yang tertarik untuk meminangnya.

Juventus memang paling getol menjadi salah satu pelabuhan Mkhitaryan. Bahkan pasca belum adanya pembicaraan kontrak baru Mkhitaryan yang habis musim panas 2017 membuat Juventus memang berniat sangat besar membyong gelandang ini untuk menjadi motor permainan tim musim depan. Namun, Dortmund tak mau menyerah begitu saja untuk terus mempertahankan Henrikh Mkhitaryan dari kejaran tim eropa. bahkan Thomas Tuchel sebagai pelatih sendiri memang akan berusaha keras menjaga aset utamanya ini untuk terus bermain di Signal Iduna Park, ini yang diungkapkan beberapa waktu lalu kepada media.

“Kami akan mati-matian mempertahankan Mkhitaryan. Miki adalah juara sejati dan kami tidak ingin menjualnya. Semuanya sudah sangat jelas. Keputusan ada di tangannya dan saya yakin dia tahu apa yang harus dilakukan. Kami sedang melakukan negosiasi dengan seluruh pemain. Semuanya tergantung kami saat ini,” demikian diungkap Thomas Tuchel kepada media beberapa waktu lalu.